RITUAL DAN TRADISI MASYARAKAT PESISIR KOTABARU: KAJIAN ETNOKULTURAL

Authors

  • Yusriani Amanda STKIP Paris Barantai Kotabaru
  • Normasunah STKIP Paris Barantai Kotabaru

Keywords:

ritual, tradisi, masyarakat pesisir, etnokultural, Kotabaru

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ritual dan tradisi masyarakat pesisir di Kabupaten Kotabaru dalam perspektif etnokultural. Masyarakat pesisir Kotabaru memiliki beragam praktik budaya yang diwariskan secara turun-temurun dan masih dipertahankan hingga saat ini sebagai bentuk identitas budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi budaya. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap masyarakat pesisir Kotabaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual dan tradisi masyarakat pesisir tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas seremonial, tetapi juga memiliki nilai sosial, religius, simbolik, dan ekologis. Tradisi seperti selamatan laut, ritual tolak bala, dan syukuran hasil laut menjadi media solidaritas sosial serta bentuk penghormatan terhadap alam dan leluhur. Kajian etnokultural menunjukkan bahwa budaya pesisir Kotabaru merupakan perpaduan antara nilai lokal, kepercayaan tradisional, dan pengaruh Islam yang membentuk identitas masyarakat pesisir secara khas.

References

Abdullah, A. (2023). Tradisi Ritual Masyarakat Nelayan dan Identitas Budaya Pesisir. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 8(2), 115–128.

Arsyad, M. (2022). Budaya Maritim dan Sistem Kepercayaan Masyarakat Pesisir. Jurnal Sosial Budaya, 10(1), 44–58.

Barker, C. (2014). Cultural Studies: Theory and Practice. London: Sage Publications.

Creswell, J. W. (2016). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Durkheim, E. (1912). The Elementary Forms of Religious Life. New York: Free Press.

Eliade, M. (1959). The Sacred and The Profane. New York: Harcourt Brace.

Fauzi, R. (2024). Pelestarian Tradisi Pesisir dalam Perspektif Kearifan Lokal. Jurnal Humaniora Indonesia, 12(1), 77–89.

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.

Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. London: Sage Publications.

Hasanah, N. (2020). Nilai Ekologis dalam Ritual Masyarakat Pesisir. Jurnal Antropologi Indonesia, 6(2), 90–102.

Hidayat, A. (2025). Budaya Pesisir dan Adaptasi Sosial Masyarakat Nelayan. Jurnal Kajian Budaya, 14(1), 33–47.

Hobsbawm, E., & Ranger, T. (1983). The Invention of Tradition. Cambridge: Cambridge University Press.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Malinowski, B. (1948). Magic, Science and Religion. Boston: Beacon Press.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nugroho, D. (2023). Globalisasi dan Pelestarian Budaya Pesisir. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 9(3), 201–214.

Putri, S. (2024). Tradisi Lokal dan Ketahanan Sosial Masyarakat Pesisir. Jurnal Sosiologi Nusantara, 11(2), 55–69.

Rahman, F. (2022). Makna Simbolik Ritual Laut pada Masyarakat Nelayan. Jurnal Ilmu Budaya, 7(1), 66–79.

Spradley, J. P. (1980). Participant Observation. New York: Holt, Rinehart and Winston.

Suryani, E. (2021). Ritual Pesisir sebagai Media Pelestarian Budaya Lokal. Jurnal Etnografi Indonesia, 5(2), 101–114.

Turner, V. (1969). The Ritual Process: Structure and Anti-Structure. Chicago: Aldine Publishing.

Wulandari, R. (2021). Nilai Edukatif dalam Tradisi Masyarakat Pesisir. Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya, 8(1), 72–84.

Yahya, A. M., Mubarak, H., Mu’in, F., Hermawan, S., & Jumadi. (2026). Symbolic Communication in the Mappanre Tasi Ceremony: A Semiotic Perspective. Southern Semiotic Review, 4, 1–15.

Downloads

Published

2026-05-14

How to Cite

Yusriani Amanda, & Normasunah. (2026). RITUAL DAN TRADISI MASYARAKAT PESISIR KOTABARU: KAJIAN ETNOKULTURAL. Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(2), 83–89. Retrieved from https://ypmsc.org/index.php/jipdik/article/view/187