BAHASA RELIGIUS DALAM KOMUNIKASI PERSPEKTIF SOSIOLINGUISTIK
Keywords:
Bahasa religius merupakan salah satu bentuk variasi bahasa yang digunakan untuk menyampaikan nilai, ajaran, dan identitas keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam perspektif sosiolinguistik, bahasa religius tidak hanya dipahami sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai praktik sosial yang dipengaruhi oleh konteks budaya, struktur sosial, dan dinamika interaksi antarmanusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik bahasa religius, faktor-faktor sosial yang memengaruhi penggunaannya, serta perannya dalam membentuk identitas dan solidaritas keagamaan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan berbagai buku, artikel ilmiah nasional dan internasional, serta hasil penelitian yang berkaitan dengan sosiolinguistik, komunikasi keagamaan, dan bahasa religius. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dengan pendekatan deskriptif-interpretatif untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan konsep-konsep yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa religius memiliki fungsi simbolik, edukatif, integratif, dan persuasif dalam kehidupan sosial. Penggunaan bahasa religius dipengaruhi oleh faktor budaya, pendidikan, usia, komunitas, serta perkembangan media digital yang mendorong munculnya berbagai bentuk komunikasi keagamaan baru. Selain memperkuat identitas keagamaan, bahasa religius juga berperan dalam membangun kohesi sosial, menanamkan nilai-nilai moral, dan mendukung praktik moderasi beragama. Kajian ini menegaskan bahwa perspektif sosiolinguistik memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai hubungan antara bahasa, agama, dan masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial pada era digital. Kata kunci: bahasa religius, sosiolinguistik, komunikasiAbstract
Bahasa religius merupakan salah satu bentuk variasi bahasa yang digunakan untuk menyampaikan nilai, ajaran, dan identitas keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam perspektif sosiolinguistik, bahasa religius tidak hanya dipahami sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai praktik sosial yang dipengaruhi oleh konteks budaya, struktur sosial, dan dinamika interaksi antarmanusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik bahasa religius, faktor-faktor sosial yang memengaruhi penggunaannya, serta perannya dalam membentuk identitas dan solidaritas keagamaan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan berbagai buku, artikel ilmiah nasional dan internasional, serta hasil penelitian yang berkaitan dengan sosiolinguistik, komunikasi keagamaan, dan bahasa religius. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dengan pendekatan deskriptif-interpretatif untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan konsep-konsep yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa religius memiliki fungsi simbolik, edukatif, integratif, dan persuasif dalam kehidupan sosial. Penggunaan bahasa religius dipengaruhi oleh faktor budaya, pendidikan, usia, komunitas, serta perkembangan media digital yang mendorong munculnya berbagai bentuk komunikasi keagamaan baru. Selain memperkuat identitas keagamaan, bahasa religius juga berperan dalam membangun kohesi sosial, menanamkan nilai-nilai moral, dan mendukung praktik moderasi beragama. Kajian ini menegaskan bahwa perspektif sosiolinguistik memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai hubungan antara bahasa, agama, dan masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial pada era digital.
Kata kunci: bahasa religius, sosiolinguistik, komunikasi

