KOMUNIKASI SIMBOLIK PADA UPACARA ADAT MAPPANRETASI MASYARAKAT BUGIS DI PULAU SEBUKU KOTABARU

Authors

  • Husni Mubarak STKIP Paris Barantai Kotabaru
  • Andi Muhammad Yahya STKIP Paris Barantai Kotabaru
  • Sirajuddin Kamal Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Keywords:

Komunikasi, Simbolik, Upacara Adat Mappanretasi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui simbol-simbol yang dipakai serta menganalisis makna dari simbol sesaji dalam upacara adat Mappanretasi di Pulau Sebuku. Metode yang diterapkan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunalan analisis semiotika dari Roland Barthes. Jenis penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian lapangan. Penelitian ini mengungkap makna semiotik yang terkandung dalam upacara adat Mappanretasi di Pulau Sebuku. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, rekaman, pencatatan, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam Upacara Adat Mappanretasi di Pulau Sebuku, Kotabaru, terdapat beragam simbol yang digunakan, yaitu sembilan jenis simbol: beras ketan putih, beras ketan hitam, pisang raja, lilin, dupa, bunga rampai, kambing, pewarna makanan, dan telur ayam kampung. Makna simbolik dalam upacara tersebut antara lain: beras ketan putih melambangkan kesucian, beras ketan hitam melambangkan tanah, satu sisir pisang raja melambangkan kesuburan manusia dan filosofi bahwa pisang tidak akan mati sebelum memberikan manfaat, telur ayam (empat butir) melambangkan kemampuan manusia untuk mengatasi berbagai rintangan, bunga rampai melambangkan kehidupan yang mulia, dupa berfungsi sebagai alat untuk memanggil makhluk halus atau gaib, lilin digunakan untuk mengundang makhluk gaib, pewarna makanan yang terdiri dari empat warna melambangkan angin, api, air, dan tanah, serta kambing yang melambangkan hewan yang dikorbankan untuk penguasa dan penjaga laut.

Downloads

Published

2026-07-30