INTEGRASI ILMU KEISLAMAN DI ERA KONTEMPORER GLOBAL: PENDEKATAN INTERDISIPLINER MELALUI KOMUNIKASI DAN SOSIOLINGUISTIK
Keywords:
studi Islam, interdisipliner, komunikasi, sosiolinguistikAbstract
Artikel ini membahas penelitian interdisipliner dalam studi Islam melalui integrasi pendekatan komunikasi dan sosiolinguistik. Perkembangan masyarakat modern dan kompleksitas persoalan keislaman menuntut adanya pendekatan penelitian yang tidak hanya bersifat normatif-teologis, tetapi juga multidisipliner dan kontekstual. Pendekatan komunikasi dan sosiolinguistik menjadi penting dalam memahami fenomena keagamaan, praktik dakwah, penggunaan bahasa agama, serta interaksi sosial masyarakat Muslim dalam berbagai konteks budaya dan media. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan hasil penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendekatan komunikasi dan sosiolinguistik dalam studi Islam mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika bahasa, simbol, pesan keagamaan, serta relasi sosial dalam masyarakat Muslim. Pendekatan ini juga membantu mengungkap bagaimana bahasa dan komunikasi memengaruhi pemahaman agama, identitas sosial, serta konstruksi makna dalam kehidupan keislaman. Dengan demikian, metode penelitian interdisipliner menjadi strategi penting dalam pengembangan studi Islam yang lebih kontekstual, adaptif, dan relevan dengan perkembangan masyarakat modern.
References
Abdullah, M. A. (2014). Islam dan Integrasi Ilmu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Abdullah, M. A. (2020). Multidisiplin, Interdisiplin & Transdisiplin: Metode Studi Agama & Studi Islam di Era kontemporer. IB Pustaka.
Azizah, F. R. (2019). Mengembangkan Paradigma Integratif-Interkonektif Dalam Pendidikan Islam Di Perguruan Tinggi (Pendekatan Interdisipliner Dalam Studi Islam. Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam.
Chanifudin. (2016). Pendekatan Interdisipliner: Tata Kelola Pendidikan Islam Di Tengah Kompleksitas. Edukasi Islami Jurnal Pendidikan Islam, 05(09), 1277–1294.
Effendy, O. U. (2003). Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya.
El Bilad, C. Z. (2026). Moderasi Beragama Dalam Tradisi Suku Dayak: Harmoni Budaya Dan Kehidupan Multikultural Di Kalimantan Tengah. Masca: Journal of Islamic Studies, 2(2), 14-29.
Enoh, E., Kertayasa, H., Amrullah, F., & ... (2023). Penguatan Moderasi Beragama Melalui Kajian Riset Disipliner Dan Interdisipliner Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Isu-Isu Nasional Dan Global. Jurnal Pendidikan Islam, 12(1).
Erawati, D. (2026). Transformasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Deep Learning di SMA IT Assalam Martapura. Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 21-31.
Fairclough, N. (1995). Media Discourse. London: Edward Arnold.
Ghazali, D. A., Gunawan, H., & Kuswandi, E. (2015). STUDI ISLAM: suatu pengantar dengan pendekatan interdisipliner.
Haq, M. M. A. (2023). Urgensi Aneka Pendekatan dalam Kajian Islam: Dari Inter-Multidisiplin ke Transdisiplin Menurut Amin Abdullah. Medina-Te: Jurnal Studi Islam.
Hidayat, D. (2002). Metodologi Penelitian dalam Sebuah" Multi-Paradigm Science". Mediator: Jurnal Komunikasi, 3(2), 197–220.
Holmes, J. (2013). An Introduction to Sociolinguistics. London: Routledge.
Jasmadi, AS, A., & zulkifli, M. Y. (2024). Pendekatan Interdisipliner Dalam Studi Islam Kontemporer: Pengembangan Kolaborasi Antara Ulama Dan Intelektual Muslim. Jurnal Ikhtibar Nusantara, 3(1), 139–150.
Kenedi, A. (2021). Urgensi Studi Islam Interdisipliner di Era Millennial. Jurnal Mubtadiin.
Latifah, L., Zwagery, R. V., Safithry, E. A., & Ngalimun, N. (2023). Konsep dasar pengembangan kreativitas anak dan remaja serta pengukurannya dalam psikologi perkembangan. EduCurio: Education Curiosity, 1(2), 426-439.
Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2009). Theories of Human Communication. Boston: Wadsworth.
Marwiyah, S. (2016). Rekonfirmasi Identitas Nyai Di Pesantren: Reconfirmation of the Identity of Nyai in Islamic Boarding Schools. Fenomena, 15(1), 113-134.
Marwiyah, S. (2022). The Responsibility of Islamic Education (Syara’Verses Review). FALASIFA: Jurnal Studi Keislaman, 13(1), 46-60.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mujtaba, S. (2015). Studi Islam Interdisipliner: Sebuah Keniscayaan. AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman.
Muttaqin, Sufyan. (2025). Pendekatan Interdisipliner Dalam Tafsir Al-Qur'an: Integrasi Antara Ilmu Tafsir Dan Ilmu Sosial. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10.01: 110-117.
Muzakki, H., Natsir, A., & Fahrudin, A. (2021). Transformasi Pengembangan Materi Pendidikan Agama Islam dengan Nilai Islam Indonesia (dari Pendekatan Monodisipliner menuju Pendekatan Interdisipliner). Journal of Islamic Education.
Ngalimun, H. (2017). Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar Praktis. Banjarmasin: Pustaka Banua.
Ngalimun, N. (2022). Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Ilmiah. EduCurio: Education Curiosity, 1(1), 265-278.
Ngalimun, Nur Syam, & Syarifatul Marwiyah. (2026). Revitalisasi Integrasi Ilmu Keislaman Dalam Menghadapi Tantangan Global Kontemporer. Masca: Journal of Islamic Studies, 2(2), 1–13.
Qodir, A. (2026). Komunikasi Pembelajaran dalam Era Transformasi Digital. Masca: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1), 11-20.
Rahmat, M. P. I., Salamah, U., & Pd, M. (2020). Studi Islam Kontemporer (Multidisciplinary Approach). books.google.com.
Rohmatika, R. V. (2019). Pendekatan Interdisipliner Dan Multidisipliner Dalam Studi Islam. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Safitri, N. A. R., & Ramadani, S. (2025). Perkembangan Sains Dan Teknologi Dalam Perspektif Agama. Cangkal: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1(2), 33-39.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Suwarno. (2020). Studi Agama Islam Melalui Pendekatan Interdisipliner. Dar El-Ilmi: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, Dan Humaniora, 7(2), 22–2012.
Syam, N. (2026). Paradigma dan Teori Ilmu Dakwah: Perspektif Sosiologis. Jurnal Ilmiah Syi'ar, 20(1), 1-18.
ZA, T. (2014). Islamic Studies dalam Pendekatan Multidisipliner (Suatu Kajian Gradual Menuju Paradigma Global). Jurnal Ilmiah Peuradeun, 2(2), 211-234.

