SEMIOTIKA TRADISI BAUSUNG DALAM PERNIKAHAN ADAT BANJAR
Keywords:
semiotika, Bausung, budaya Banjar, pernikahan adat, makna simbolikAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik dalam tradisi Bausung pada pernikahan adat masyarakat Banjar melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Tradisi Bausung dipahami sebagai praktik budaya yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sebagai sistem tanda yang merepresentasikan nilai sosial, budaya, dan religius. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi tanda-tanda dalam prosesi Bausung, kemudian menginterpretasikannya berdasarkan konsep denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, Bausung merupakan aktivitas mengangkat mempelai menuju pelaminan. Pada tingkat konotasi, tradisi ini melambangkan kehormatan, peningkatan status sosial, dan penghargaan kolektif masyarakat. Sementara itu, pada tingkat mitos, Bausung membentuk konstruksi ideologis mengenai legitimasi sosial, solidaritas kolektif (bubuhan), keseimbangan hidup, serta nilai perlindungan dan etika dalam kehidupan rumah tangga. Tradisi ini juga mencerminkan hubungan erat antara manusia, masyarakat, dan dimensi spiritual dalam kebudayaan Banjar. Dengan demikian, Bausung dapat dipahami sebagai teks budaya yang kompleks dan berfungsi sebagai media transmisi nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
References
Barthes, R. (1972). Mythologies. Hill and Wang.
Barthes, R. (1977). Elements of semiology. Hill and Wang.
Blumer, H. (1969). Symbolic interactionism: Perspective and method. University of California Press.
Cobley, P. (2001). Semiotics and linguistics. Routledge.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Daud, A. (1997). Islam dan masyarakat Banjar: Deskripsi dan analisa kebudayaan Banjar. RajaGrafindo Persada.
Danesi, M. (2004). Messages, signs, and meanings: A basic textbook in semiotics and communication. Canadian Scholars’ Press.
Eco, U. (1976). A theory of semiotics. Indiana University Press.
Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.
Ideham, S., et al. (2007). Urang Banjar dan kebudayaannya. Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Peirce, C. S. (1955). Philosophical writings of Peirce. Dover Publications.
Sibarani, R. (2012). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi Lisan.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suryansyah. (2015). Nilai-nilai budaya dalam tradisi pernikahan suku Banjar. Jurnal Kebudayaan dan Sastra.
Wąsik, Z. (2014). Semiotics of culture: Signs, codes and meaning. Peter Lang.
Yahya, A. M. (2026). Semiotika: Teori tanda dalam bahasa, budaya, dan komunikasi. CV. Diva Pustaka.
Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.
Zoest, A. van. (1993). Semiotika: Tentang tanda, cara kerjanya dan apa yang kita lakukan dengannya. Yayasan Sumber Agung.

