Makna Simbolik Tradisi Massaula Dalam Prosesi Adat Pra Pernikahan Masyarakat Mandar

Authors

  • Nur Alia Ramadani STKIP Paris Barantai Kotabaru

Keywords:

Massaula, Tradisi Mandar, Simbol, Semiotika, Pra-Pernikahan.

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menguraikan makna simbolik dan kultural tradisi massaula dalam proses pra-pernikahan masyarakat Mandar, dengan menggunakan teori semiotika Ferdinand de Seussure. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi dan wawancara mendalam dengan tokoh adat serta pelaku ritual. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap sesajen dalam prosesi, seperti bulawang (emas), anjoro mangura (kelapa muda), lilin, beras, loka manurung (pisang), dupa, dan doi seng (koin), sokkol mapute (beras ketan putih), sokkol malotong (beras ketan hitam), doi kaluppimg (duit) yang dibungkus, badi (belati) memiliki penanda (signifier) dan petanda (signified) yang merepresentasikan penyucian diri, perlindungan, harapan, kesejahteraan, dan keberkahan rumah tangga. Tradisi massaula berfungsi sebagai sarana mempererat hubungan sosial, melestarikan nilai budaya, serta menegaskan dimensi spiritual dalam kehidupan masyarakat Mandar.

References

Fitriani, S., Dana, T. R., Sari, P., Putri, T. N., & Sa’diyah, H. (2025). Kepribadian kolektif: Kebudayaan membentuk pola berpikir dan perilaku dalam masyarakat. Journal of Education and Culture, 5(2), 1–7. https://doi.org/10.58707/jec.v5i2.1240

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.

Harniwati, H. (2024). Hukum adat di era modernisasi. Deleted Journal, 2(1), 41–50.

Irfani, H. Z., Nurjana, L., Insani, N. F. A., Sari, W. D., Abdurrahman, M. F., & Ediyono, S. (2025). Sekaten Solo di simpang tradisi dan komodifikasi: Kajian kritis atas pergeseran sakralitas menuju komersialisasi budaya di Kota Solo. Jurnal Budaya Nusantara, 8(1), 19–28. https://doi.org/10.36456/JBN.vol8.no1.10566

Jones, P. (2009). Pengantar teori-teori sosial. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.

Mubarok, H., Fadilah, N., & Toyyib, M. (2021). A systematic literature review: The relationship between Indonesian culture and other aspects. Journal of Indonesian Social Research, 3(2), 14–22. https://doi.org/10.52032/jisr.v3i2.95

Nurfiani, D. V. D., Ritonga, I. R., Lubis, M. A., & Lingga, Z. (2024). Konsep budaya dan tradisi Jawa terhadap perayaan tahun baru Islam (Satu Suro) di Desa Dusun V. Obat: Jurnal, 2(1). https://doi.org/10.61132/obat.v2i1.57

Rahayu, N. T., Warto, W., Sudardi, B., & Wijaya, M. (2020). The dynamics of social values and teaching in the global era: The Sekaten tradition of Surakarta Kingdom. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 11(1), 213–229.

Raho, B. (2021). Sosiologi. Ledalero.

Simangunsong, C., Permata, N., Ginting, D., & Syahfitri, R. (2024). Social and spiritual meanings in the Cabur Bulung tradition of Karo ethnicity: An anthropological perspective. Jglegar: Journal of Language and Cultural Studies, 2(1), 51–61. https://doi.org/10.59963/jglegar.v2i1.328

Soekanto, S. (2012). Sosiologi suatu pengantar. RajaGrafindo Persada.

Utami, V., Ahmad, S., & Wahyuni, D. (2023). Tradition’s vital role: Exploring the multifaceted functions of Mandi Ka Luak in Minangkabau society. Jurnal Cultural and Religious Tradition. https://doi.org/10.15575/jcrt.381

Yahya, A. M. (2026). Semiotika: Teori tanda dalam bahasa, budaya, dan komunikasi. CV. Diva Pustaka.

Downloads

Published

2026-04-26

How to Cite

Nur Alia Ramadani. (2026). Makna Simbolik Tradisi Massaula Dalam Prosesi Adat Pra Pernikahan Masyarakat Mandar. Jurnal Sosial Humaniora, 2(1), 267–274. Retrieved from https://ypmsc.org/index.php/jshu/article/view/147