KAJIAN SEMIOTIKA TERHADAP TRADISI PANEN TAMBAK UDANG DALAM BUDAYA MASYARAKAT BUGIS
Keywords:
semiotika, budaya Bugis, panen tambak, simbol ritualAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolik dalam tradisi panen tambak udang pada masyarakat Bugis melalui pendekatan semiotika budaya. Tradisi panen tambak tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga mengandung nilai-nilai spiritual, budaya, dan sistem kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika. Data diperoleh melalui studi literatur dan analisis terhadap simbol-simbol yang digunakan dalam ritual panen, seperti pisang menurun, telur ayam kampung, buah pinang, daun sirih, dan kapur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap unsur dalam ritual memiliki makna simbolik yang mendalam. Pisang menurun melambangkan keberlanjutan rezeki, telur ayam kampung melambangkan awal kehidupan dan kesuburan, buah pinang melambangkan keutuhan dan penghormatan, daun sirih melambangkan kesucian dan ketulusan, serta kapur melambangkan perekat hubungan antara manusia dan kekuatan spiritual. Rangkaian ritual diawali dengan permohonan izin kepada penjaga tempat, dilanjutkan dengan pembacaan doa, pemberian persembahan kepada entitas spiritual, hingga pelarungan sebagai simbol penyerahan kepada Tuhan.Kesimpulannya, tradisi panen tambak udang dalam masyarakat Bugis merupakan representasi hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan. Pendekatan semiotika mampu mengungkap makna mendalam dari simbol-simbol budaya yang terkandung dalam praktik ritual tersebut.
References
Barthes, R. (1972). Mythologies. Hill and Wang.
Danesi, M. (2004). Messages, signs, and meanings: A basic textbook in semiotics and communication. Canadian Scholars’ Press.
Eco, U. (1976). A theory of semiotics. Indiana University Press.
Endraswara, S. (2013). Metodologi penelitian kebudayaan. Gadjah Mada University Press.
Greimas, A. J. (1983). Structural semantics: An attempt at a method. University of Nebraska Press.
Jakobson, R. (1960). Linguistics and poetics. In T. A. Sebeok (Ed.), Style in language (pp. 350–377). MIT Press.
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Lilis. (2023). Tradisi-tradisi dalam pembagian harta warisan di masyarakat Minangkabau. Siwayang Journal, 2(1).
Lotman, Y. (1990). Universe of the mind: A semiotic theory of culture. Indiana University Press.
Morris, C. W. (1938). Foundations of the theory of signs. University of Chicago Press.
Neti Ananta, D., Rachmawani, D., & Iromo, H. (2025). Analisis usaha tambak tradisional di Kalimantan Utara (studi kasus petambak di Kota Tarakan). Prosiding Seminar Nasional Teknologi Komputer dan Sains, 3(1), 109–114.
Peirce, C. S. (1931–1958). Collected papers of Charles Sanders Peirce. Harvard University Press.
Restiyadi, A. (2019). Identitas budaya, kreativitas, dan kajian arkeologi publik. Jurnal Arkeologi Publik, 10(2), 45–60.
Rofiq, A. (2019). Tradisi slametan Jawa dalam perspektif pendidikan Islam. Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 15(2), 93–107.
Saussure, F. de. (1916). Course in general linguistics. McGraw-Hill.
Sebeok, T. A. (2001). Signs: An introduction to semiotics. University of Toronto Press.
Sobur, A. (2013). Semiotika komunikasi. PT Remaja Rosdakarya.
Soekanto, S. (1990). Sosiologi suatu pengantar. Rajawali Press.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tinarbuko, S. (2008). Semiotika komunikasi visual. Jalasutra.
Wibowo, I. S. W. (2013). Semiotika komunikasi. Mitra Wacana Media.
Yahya, A. M. (2026). Semiotika: Teori tanda dalam bahasa, budaya, dan komunikasi. CV. Diva Pustaka.
Yahya, A. M., Mubarak, H., Mu’in, F., Hermawan, S., & Jumadi. (2026). Symbolic communication in the Mappanre tasi ceremony: A semiotic perspective.

