TRADISI MASSORONG LOPI DI DESA TANJUNG SELOKA
Keywords:
Massorong Lopi, kearifan lokal, masyarakat pesisir, nilai budaya, tradisi lokal.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan, makna, serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Massorong Lopi tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga memiliki makna simbolik sebagai bentuk harapan akan keselamatan dan keberkahan bagi nelayan. Selain itu, tradisi ini mengandung nilai religius, sosial, budaya, dan solidaritas yang tercermin dalam kegiatan gotong royong dan kebersamaan masyarakat. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya pelestarian tradisi Massorong Lopi sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat pesisir. Upaya pelestarian dapat dilakukan melalui dokumentasi, pendidikan budaya kepada generasi muda, serta dukungan masyarakat dan pemerintah agar tradisi ini tetap terjaga di tengah arus modernisasi.
References
Barthes, R. (1972). Mythologies. Hill and Wang.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage Publications.
Durkheim, E. (1912). The elementary forms of religious life. Free Press.
Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.
Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. Sage.
Hymes, D. (1974). Foundations in sociolinguistics: An ethnographic approach. University of Pennsylvania Press.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Kress, G., & van Leeuwen, T. (2006). Reading images: The grammar of visual design. Routledge.
Kvale, S., & Brinkmann, S. (2009). Interviews: Learning the craft of qualitative research interviewing. Sage.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Saussure, F. de. (1916). Course in general linguistics. McGraw-Hill.
Satria, A. (2015). Pengantar sosiologi masyarakat pesisir. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Sibarani, R. (2012). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi Lisan.
Soekanto, S. (2012). Sosiologi suatu pengantar. Rajawali Pers.
Turner, V. (1967). The forest of symbols: Aspects of Ndembu ritual. Cornell University Press.
Yahya, A. M. (2026). Semiotika dan komunikasi simbolik dalam budaya. (Tambahkan penerbit).
Yahya, A. M., Mubarak, H., Mu’in, F., Hermawan, S., & Jumadi. (2026). Symbolic communication in the Mappanre Tasi ceremony: A semiotic perspective. Southern Semiotic Review, 2026(i), 77–93.

