SEMIOTIKA TARI JAPIN SIGAM LAUT PULAU: INTERPRETASI MAKNA GERAK, MUSIK, DAN KOSTUM

Authors

  • Kumala Olivia STKIP Paris Barantai Kotabaru

Keywords:

Semiotika, Tari Japin Sigam Laut Pulau, Simbolik, Gerak, Musik, Kostum

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menginterpretasikan makna simbolik yang terkandung dalam unsur gerak, musik, dan kostum pada Tari Japin Sigam Laut Pulau, tari khas kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerak dalam tari mengandung makna filosofis yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat pesisir, musik pengiring berperan dalam membangun suasana sekaligus memperkuat pesan simbolik, dan kostum mencerminkan identitas sosial serta nilai budaya masyarakat setempat. Dengan demikian, Tari Japin Sigam Laut Pulau merupakan representasi budaya yang sarat makna dan berfungsi sebagai media pelestarian nilai-nilai tradisional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian semiotika dan memperkaya penelitian di bidang seni budaya, khususnya dalam upaya pelestarian tari tradisional Indonesia.

References

Barthes, R. (1977). Image, music, text. London: Fontana Press.

Herdiani, E., Budi, & Heriyawati, Y. (2022). Rias dan Busana Karya Tari “Hen To”: Pakaian Tradisional Suku Dayak Kayaan Sebuah Inspirasi.

Hida, N. (2025). Makna tari Sembromo Kota Batu: Kajian teori semiotik Roland Barthes. Jurnal Transformasi Pendidikan Berkelanjutan, 6(2), 159–167. https://ejurnals.com/ojs/index.php/jtpb

Kaelan. (2009). Filsafat Bahasa dan Semiotika dan Hermeneutika. Yogyakarta: Paradigma.

Lubis, H. Z., dkk. (2025). Pengembangan kreativitas melalui seni gerak tari pada anak usia dini. Inovasi Pendidikan dan Anak Usia Dini, 2(3). https://doi.org/10.61132/inpaud.v2i3.342

Mangoensong, H. R. B., & Yanuartuti, S. (2020). Analisis teknik gerak tari tradisional dengan menggunakan ilmu kinesiologi. Jurnal Seni Tari, 9(1), 77–84. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jst

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Pradopo, dkk. (2001). Metodologi Penelitian Sastra. PT. Hanindita Graha Widya, Yogyakarta.

Pradopo, R. D. (1999). Semiotika: Teori, metode, dan penerapannya dalam pemaknaan sastra. Humaniora, 11(1). https://doi.org/10.22146/jh.628

Sudjiman dan van Zoest. (1992). Serba-serbi semiotika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Ulfah, U., & Dewi, D. W. C. (2025). Makna dalam lirik lagu “Halu” karya Feby Putri: Analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Sintaksis: Publikasi Para Ahli Bahasa dan Sastra Inggris, 3(3), 26–38. https://doi.org/10.61132/sintaksis.v3i3.1658

Yahya, A. M. (2026). Semiotika: Teori tanda dalam bahasa, budaya, dan komunikasi. Purbalingga: CV. Diva Pustaka.

Downloads

Published

2026-04-24

How to Cite

Kumala Olivia. (2026). SEMIOTIKA TARI JAPIN SIGAM LAUT PULAU: INTERPRETASI MAKNA GERAK, MUSIK, DAN KOSTUM. Jurnal Sosial Humaniora, 2(1), 231–240. Retrieved from https://ypmsc.org/index.php/jshu/article/view/140