TRADISI METTUMAE DALAM PERNIKAHAN BUDAYA MANDAR DI DESA TANJUNG LALAK KABUPATEN KOTABARU

Authors

  • Arindi Dwi Andini STKIP Paris Barantai Kotabaru

Keywords:

Tradisi Mettumae, pernikahan mandar, pelestarian budaya.

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tradisi Mettumae dalam pernikahan budaya Mandar di Desa Tanjung Lalak, Kabupaten Kotabaru, sebagai warisan budaya yang memperkuat ikatan sosial dan identitas etnis. Metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi, menggunakan wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat, observasi partisipatif pada ritual, serta analisis dokumen adat, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand De Saussure yang meliputi tahap penanda (signifie) dan petanda (signified).  Hasil menunjukkan Mettumae terdiri dari tahapan seperti pammenangang (lamaran simbolis dengan pindang-pindang Rp400.000 menandakan panai Rp40 juta), mambottui sorong (mas kawin tak tertawar), mappande manuq (pemberian makanan), mattanda allo (penentuan tanggal), maccanring (pengantaran perlengkapan), metindor (arak-arakan), hingga akad nikah. Simbol-simbol ini (penanda) melambangkan komitmen, harga diri wanita, dan tanggung jawab nafkah (petanda).

References

Anggi, M., Mansyur, & Arifin, M. Z. (2022). Tradisi massaula pada upacara adat pernikahan masyarakat Mandar di Desa Tanjung Seloka Kecamatan Pulau Laut Selatan Kabupaten Kotabaru 1990-2022. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 8(1), 1-15. https://journal.stkipsubang.ac.id/index.php/didaktik/article/view/10017

Chandler, D. (2007). Semiotics: The basics (2nd ed.). Routledge. (Bab 3 tentang teori Saussure).

Effendi. (2023). Tradisi melattigi dalam upacara adat pernikahan masyarakat Mandar di Desa Pulau Kerayaan. Tesis, Universitas Lambung Mangkurat. https://digilib.ulm.ac.id

Fanani, A. (2013). Analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Repository UIN Malang. http://repository.uin-malang.ac.id/12101/7/12101.pdf

Koentjaraningrat. (2009). Manusia dan kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. https://simpt.stikesmitrakeluarga.ac.id/cendana/index.php?p=show_detail&id=944

Mattulada. (1998). Lato-Lato: Sejarah dan adat istiadat masyarakat Mandar. Makassar: Hasanuddin University Press.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.

Muhammad, A. (2024). Tradisi mappande manuq dalam adat pernikahan suku Mandar. Digilib UIN Sunan Kalijaga. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/70058/1/22203012087_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Palil, M. (2024). Etnomedisin suku Mandar di Desa Kampung BaruKotabaru. Digilib ULM. https://digilib.ulm.ac.id/archive/digital/detailed.php?code=36810

Saussure, F. de. (1916). Course in general linguistics (W. Baskin, Trans.). McGraw-Hill. (Edisi asli 1916).

Scribd. (2019). Adat Mandar: Tradisi pernikahan. https://id.scribd.com/document/376180655/Adat-Mandar

Scribd. (2022). Teori semiotika Ferdinand de Saussure. https://id.scribd.com/document/632887248/Teori-Semiotika-Ferdinand-De-Saussure

Spradley, J. P. (1980). Participant observation. Holt, Rinehart and Winston.

detikSulsel. (2022, Agustus 31). Mengenal suku Mandar: Asal usul, budaya hingga kehebatannya di lautan. https://www.detik.com/sulsel/budaya/d-6265813/mengenal-suku-mandar-asal-usul-budaya-hingga-kehebatannya-di-lautan

Seribu Bintang. (2023). Etnografi: Strategi dan implementasi penelitian untuk budaya Bugis-Mandar. https://seribubintang.web.id/index.php?p=show_detail&id=201

Syarifuddin, A. (2021). Pelestarian adat pernikahan Mandar di Kalimantan Selatan. Jurnal Etnografi Nusantara, 5(2), 45-60.

Zainuddin. (2015). Budaya Mandar: Antara tradisi dan modernitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Downloads

Published

2026-04-13

How to Cite

Arindi Dwi Andini. (2026). TRADISI METTUMAE DALAM PERNIKAHAN BUDAYA MANDAR DI DESA TANJUNG LALAK KABUPATEN KOTABARU . Jurnal Sosial Humaniora, 2(1), 206–215. Retrieved from https://ypmsc.org/index.php/jshu/article/view/128