MAKNA SIMBOLIK PADA TRADISI BATIMUNG SUKU BANJAR DI DESA BATUAH
Keywords:
Batimung, Suku Banjar, Semiotika, Roland Barthes, Makna Simbolik.Abstract
Penelitian ini membahas Tradisi Batimung dalam masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Tradisi Batimung merupakan ritual penguapan tubuh calon pengantin suku banjar menggunakan rempah-rempah alami. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna simbolik dalam ritual tersebut melalui perspektif semiotika Roland Barthes. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam. Analisis dilakukan dengan membedah tanda melalui singnifikansi dua tahap: denotasi (aspek fisik ritual) dan konotasi (nilai filosofis), hingga menunjukkan bahwa batimung bukan sekedar ritual kecantikan, melainkan simbol penyucian lahir-batin, perlindungan dari hal buruk (tolak bala), dan doa bagi keharmonisan rumah tangga. Tradisi ini merepresentasikan kearifan lokal masyarakat Banjar dalam memaknai transisi kehidupan melalui simbol-simbol alam.
References
Barthes, R. (1964). Elements of Semiology. 1964.
Chandler, D. (2002). Semiotics: The Basics. Routledge. https://books.google.co.id/books?id=MNGJ5Qps7y4C
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications. https://books.google.co.id/books?id=4uB76IC_pOQC
Fadillah Ahmad, D. (2021). SENI DAN BUDAYA DALAM PENGOBATAN TRADISIONAL SUKU BANJAR.
Hapip, A. D. (2008). KAMUS BANJAR - INDONESIA.
Kvale, S., & Brinkmann, S. (2009). InterViews: Learning the Craft of Qualitative Research Interviewing. SAGE Publications. https://books.google.co.id/books?id=bZGvwsP1BRwC
Sudarmanto, B. A., Suryatin, E., & Wahyuni, T. (2024). The Vernacular Sauna Batimung : Local Wisdom of the Banjar Community in South Kalimantan , Indonesia. 11(01), 120–133.

