ANALISIS SEMIOTIKA TRADISI “SAWERAN PENGANTEN” DALAM PERNIKAHAN ADAT SUNDA

Authors

  • Ade Ica Luspita Sari STKIP Paris Barantai Kotabaru

Keywords:

Tradisi saweran, Semiotika, Budaya Sunda, Ritual pernikahan,Simbolisme

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi makna simbolik dalam rangkaian prosesi pernikahan adat sunda.Tradisi pernikahan adat sunda merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang penuh sarat akan nilai-nilai sosial dan filosofi kehidupan .Fokus utama penelitian ini adalah pada makna simbolik yang terkandung dalam beberapa tahapan prosesi,seperti lengser,nincak endog,dan huap lingkung. Penelitian ini menggunakan pedekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui Teknik obsevasi,studi pustaka,wawancara dan dokumentasi. Analisis ini dilakukan menggunakan pendekatan semiotika untuk memahami makna tanda dan simbol dalam setiap tahapan prosesi pernikahan adat sunda. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap tahapan dalam prosesi pernikahan adat sunda memiliki makna simbolik yang mendalam. Prosesi lengser mencerminkan nilai penghormatan dan penerimaan,saweran mengandung makna berbagi rezeki dan harapan kehidupan yang Sejahtera,nincak endog melambangkan tanggung jawab dalam kehidupan rumah tangga ,serta huap lingkung menggambarkan kebersamaan dan kerja sama antara suami dan istri. Dengan demikian, tradisi pernikahan adat Sunda tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai media simbolik yang merepresentasikan nilai-nilai sosial, budaya, dan filosofi kehidupan masyarakat.

References

Barthes, R. (1972). Mythologies. Noonday Press.

Danandjaja, J. (2007). Folklor Indonesia (Grafiti (ed.)). https://books.google.co.id/books?id=tCBIDAAAQBAJ&lpg=PA63&ots=AaMGakEwp3&dq=Folklor Indonesia&lr&hl=id&pg=PA63#v=onepage&q=Folklor Indonesia&f=false

Ekadjati, E. S. (2005). Kebudayaan Sunda. Pustaka Jaya. https://www.google.co.id/books/edition/Kebudayaan_Sunda_Zaman_Pajajaran/chJvAAAAMAAJ?hl=id&gbpv=1&bsq=kebudayaan sunda&dq=kebudayaan sunda&printsec=frontcover

Endraswara, S. (2013). Metedologi Penelitian Kebudayaan. Gajah Mada University Press. https://www.google.co.id/books/edition/Metode_Teori_Teknik_Penelitian_Kebudayaa/d27VDw5TbF0C?hl=id&gbpv=1&dq=Metodologi Penelitian Kebudayaan&pg=PA5&printsec=frontcover

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Renika Cipta. https://www.google.co.id/books/edition/Koentjaraningrat_dan_antropologi_di_Indo/psGAAAAAMAAJ?hl=id&gbpv=1&bsq=pengantar ilmu antropologi&dq=pengantar ilmu antropologi&printsec=frontcover

Masduki, O. A. (2010). Upacara Perkawinan Adat Sunda di Kecamatan Cicalengka.

Nurani, S. (2010). Pengantar Sosiologi: Dasar Analisis, Teori, dan Pendekatan. Ar-Ruzz Meddia.

Ratna, N., & K. (2010). Metodologi Penelitian Kebudayaan. Pustaka Pelajar.

Setiadi, E. M., Hakam, K. A., & Effendi, R. (2011). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (3rd ed.). Kencana Prenada media group. https://books.google.co.id/books?id=RcNoDwAAQBAJ&lpg=PP1&hl=id&pg=PP1#v=onepage&q&f=false

Sugiyono, D. (2010). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. In Penerbit Alfabeta.

Downloads

Published

2026-04-13

How to Cite

Ade Ica Luspita Sari. (2026). ANALISIS SEMIOTIKA TRADISI “SAWERAN PENGANTEN” DALAM PERNIKAHAN ADAT SUNDA. Jurnal Sosial Humaniora, 2(1), 180–188. Retrieved from https://ypmsc.org/index.php/jshu/article/view/125