MAKNA SIMBOLIK TRADISI BATAPUNG TAWAR DALAM ADAT BANJAR

Authors

  • Siti Raudatul Janah STKIP Paris Barantai Kotabaru
  • Husni Mubarak STKIP Paris Barantai Kotabaru

Keywords:

Batapung Tawar, Semiotika, Simbol, Budaya Banjar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolik dalam tradisi Batapung Tawar pada masyarakat Banjar melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan wawancara. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi makna denotatif dan konotatif dari setiap simbol yang digunakan dalam ritual Batapung Tawar, serta mengungkap makna mitos yang berkembang di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap unsur dalam tradisi Batapung Tawar, seperti daun pisang, air, kencur, beras kuning, dan minyak wangi, memiliki makna denotatif sebagai benda fisik, serta makna konotatif yang berkaitan dengan nilai perlindungan, keberkahan, kesucian, dan harapan. Pada tingkat mitos, tradisi ini mencerminkan sistem kepercayaan masyarakat Banjar yang mengintegrasikan nilai budaya lokal dengan ajaran Islam. Dengan demikian, tradisi Batapung Tawar tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya, pembentukan identitas sosial, serta media penyampaian nilai-nilai spiritual dalam kehidupan masyarakat.

References

Abdul Gafur, Risan Rusli, Anisatul Mardiyah, Anica, M. (2021). Agama, Tradisi Budaya Dan Peradaban. 21(2), 124–138.

Andi Muhammad Yahya. (2026). Semiotika: Teori Tanda Dalam Bahasa, Budaya, Dan Komunikasi. Cv. Diva Pustaka.

Barthes, R. (1977). Image-Music-Text. Fronata Press.

Dharmono, Mahdian, N. A. S. S. (2021). Etnobotani Suku Dayak Bakumpai Kalimantan Selatan. Cv. Batang.

Erwan Efendi, Irfan Maulana Siregar, R. R. H. (2024). Semiotika Tanda Dan Makna Erwan. 4(1), 154–163. Https://Doi.Org/10.47467/Dawatuna.V4i1.3329

Husni Mubarak Dan Radiatul Adawiah. (2023). Metodelogi Penelitian: Konsep Dan Pendekatan Kualitatif (Cetakan Pe). Mitra Cendia Media.

Nur Rahmanita. (2025). Analisis Hukum Dalam Tradisi Batapung Tawar Pada Masyarakat Banjar. Indonesian Journal Of Islamic Jurisprudence,Economic And Legal Theory, 599–605.

Rafiqah. (2025). Analisis Hukum Islam Terhadap Tradisi Batapung Tawar Saat Kelahiran Anak Pada Masyarakat Banjar. Indonesian Journal Of Islamic Jurisprudence,Economic And Legal Theory, 247–253.

Sri Juniati. (2021). Analisis Semiotika Dalam Kumpulan Cerpen Pelangi Di Ujung Senja Karya Ratih Ayuningrum. Cendekia: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 9(2), 210–222. Https://Doi.Org/10.33659/Cip.V9i2.205

Theresia Linyang, Et All. (2021). Kabupaten Kayong Utara The Symbol Meaning Of Tepung Tawar Tradition In Durian Sebatang Village , Seponti Subdistrict Of Kayong Utara. Jurnal Antropologi, 2(1), 133–153.

Downloads

Published

2026-04-09

How to Cite

Siti Raudatul Janah, & Husni Mubarak. (2026). MAKNA SIMBOLIK TRADISI BATAPUNG TAWAR DALAM ADAT BANJAR. Jurnal Sosial Humaniora, 2(1), 158–163. Retrieved from https://ypmsc.org/index.php/jshu/article/view/122