TRADISI BEAYUN ANAK SEBAGAI BENTUK SYUKUR DALAM UPACARA TASMIYAH ADAT BANJAR

Authors

  • Nur Dana Yulianda STKIP Paris Barantai Kotabaru

Keywords:

Beayun Anak, tasmiyah, adat Banjar, rasa syukur, tradisi budaya

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dan fungsi tradisi Beayun Anak sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dalam rangkaian upacara tasmiyah (Pemberian Nama) pada masyarakat adat Banjar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Beayun Anak tidak hanya sekadar ritual mengayun bayi, tetapi juga mengandung nilai-nilai spiritual, seperti doa keselamatan, harapan akan masa depan anak, serta ungkapan syukur kepada Tuhan atas kelahiran sang anak. Selain itu, tradisi ini juga berfungsi sebagai sarana mempererat hubungan sosial dalam masyarakat melalui partisipasi kolektif dalam pelaksanaannya. Dengan demikian, Beayun Anak menjadi simbol harmonisasi antara nilai budaya lokal dan ajaran agama dalam kehidupan masyarakat Banjar. Dengan demikian, tradisi Beayun Anak tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga nilaireligius dan sosial yang penting dalam kehidupan masyarakat. Tradisi ini menjadi simbol keseimbangan antara aspek spiritual, budaya, dan sosial yang memperkaya identitas masyarakat Banjar.

References

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar. (2023). Tradisi Banjar Baayun Maulid Tahun 2023 (Laporan publik).

Hafifah, D., Khairi, K., & Fitriah, Z. (2024). Pandangan Islam terhadap kebudayaan Baayun Maulid yang ada di Kalimantan Selatan. Islamologi: Jurnal Ilmiah Keagamaan, 1(2).

Indrayani, R. (2021). Me time dalam ayunan tradisi Baayun anak suku Banjar. At-Tawazun: Jurnal Ekonomi Syariah, 8(1).

Jannah, R. (2021). Budaya Baayun Maulid masyarakat Banjar: Interaksi sosial untuk nilai kerohanian. Bihari: Jurnal Pendidikan Sejarah.

Muflihah, N., & Nor, A. (2026). Budaya Baayun Maulid Banjar (pendekatan etnopedagogis Islam). Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam.

Mutiara, L. (2022). Tradisi mengayun anak suku Banjar “Bapukong” di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2).

Noortyani, R., Mu’in, F., Munawwarah, R., & Normelani, E. (2023). Ethnolinguistic study of the traditional Indonesian parenting song “Dindang Maayun Anak”. SAGE Open, 13(2).

Novianti, L., Ananda, R., & Hati, S. (2023). Penerapan budaya Baayun Mulud pada masyarakat suku Banjar dalam membentuk pendidikan karakter pada anak. Jurnal Dirosah Islamiyah, 6(1).

(2023). Religious and cultural integration in the Baayun Mulud tradition of the Banjar tribe. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat, 7(2).

Rahardian, L. E., Soraya, I. N., & Trianty, N. M. (2024). Nilai yang melatarbelakangi tradisi Baayun Maulid di masyarakat Banjar. Islamologi: Jurnal Ilmiah Keagamaan, 1(1).

Safitri, D., & Dora, N. (2024). Tradisi ayun masal adat Banjar di Desa Kota Rantang. Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies, 2(1).

Sugian, A., & Mustofa, A. M. Z. (2023). Symbolic interaction analysis of the Baayun Maulid tradition of the Banjar community. Indonesian Journal of Islamic Education and Local Culture, 1(2).

Wardiani, H. (2024). Nilai-nilai tradisi Baayun Mulud sebagai kearifan lokal di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Diulas dalam beberapa studi yang dicatat dalam referensi jurnal Islamologi).

Downloads

Published

2026-04-07

How to Cite

Nur Dana Yulianda. (2026). TRADISI BEAYUN ANAK SEBAGAI BENTUK SYUKUR DALAM UPACARA TASMIYAH ADAT BANJAR. Jurnal Sosial Humaniora, 2(1), 114–121. Retrieved from https://ypmsc.org/index.php/jshu/article/view/110